BAGI seorang seniman generasi tua seperti Thalib Prasojo, perang selalu menyengsarakan umat manusia. Sebab itu, sedapat mungkin perang yang hendak dilancarkan oleh Amerika Serikat atas Irak dicegah. “Yang paling mendasar tuntutan manusia itu tentrem. Jadi, jangan lagi abad ini dijadikan abad kekerasan, tapi abad kedamaian,” katanya di sela-sela aksi demonstrasi Seniman Indonesia Anti Perang di depan Konjen AS di Surabaya. “Irak itu tanpa perang sudah menderita,” katanya. Jika perang meletus, ibaratnya timun musuh durian. “Ya, menang durian karena timun itu lunak. Sedangkan durian itu lancip-lancip,” tuturnya mempersonifikasikan Irak dengan buah mentimun, Amerika Serikat sebagai buah durian. (TIF)
Kompas, 19 Maret 2003

