<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Padepokan Akar Rumput</title>
	<atom:link href="http://wayangsuket.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://wayangsuket.wordpress.com</link>
	<description>Biografi, informasi dan karya-karya M. Thalib Prasojo</description>
	<lastBuildDate>Fri, 06 Aug 2010 23:49:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='wayangsuket.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Padepokan Akar Rumput</title>
		<link>http://wayangsuket.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://wayangsuket.wordpress.com/osd.xml" title="Padepokan Akar Rumput" />
	<atom:link rel='hub' href='http://wayangsuket.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>M. Thalib Telah Tiada</title>
		<link>http://wayangsuket.wordpress.com/2010/08/06/m-thalib-telah-tiada/</link>
		<comments>http://wayangsuket.wordpress.com/2010/08/06/m-thalib-telah-tiada/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Aug 2010 23:49:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mthalib</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wayangsuket.wordpress.com/?p=50</guid>
		<description><![CDATA[Munthalib Prasojo, pemilik situs ini, telah pergi untuk selama-lamanya, hari Rabu, tengah malam, pukul 23.15 WIB, tanggal 4 Agustus 2010. Atas nama Eyang Thalib, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas segala kesalahan beliau, semoga beliau diparingi jembar dalane, padhang kubure. Terima kasih atas segala kebaikan semua pihak selama ini, termasuk yang mengantarkannya sampai ke [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wayangsuket.wordpress.com&amp;blog=1608999&amp;post=50&amp;subd=wayangsuket&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://wayangsuket.files.wordpress.com/2010/08/blog.jpg"><img src="http://wayangsuket.files.wordpress.com/2010/08/blog.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" title="blog" width="300" height="225" class="alignleft size-medium wp-image-51" /></a>Munthalib Prasojo, pemilik situs ini, telah pergi untuk selama-lamanya, hari Rabu, tengah malam, pukul 23.15 WIB, tanggal 4 Agustus 2010. Atas nama Eyang Thalib, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas segala kesalahan beliau, semoga beliau diparingi jembar dalane, padhang kubure. Terima kasih atas segala kebaikan semua pihak selama ini, termasuk yang mengantarkannya sampai ke peristirahatan terakhir.<br />
Salam</p>
<p>henri nurcahyo</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wayangsuket.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wayangsuket.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wayangsuket.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wayangsuket.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wayangsuket.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wayangsuket.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wayangsuket.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wayangsuket.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wayangsuket.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wayangsuket.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wayangsuket.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wayangsuket.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wayangsuket.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wayangsuket.wordpress.com/50/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wayangsuket.wordpress.com&amp;blog=1608999&amp;post=50&amp;subd=wayangsuket&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wayangsuket.wordpress.com/2010/08/06/m-thalib-telah-tiada/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1f51221a123a19eef5c5f9cc3986dd98?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mthalib</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wayangsuket.files.wordpress.com/2010/08/blog.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">blog</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bedol Karya Padepokan Akar Rumput</title>
		<link>http://wayangsuket.wordpress.com/2010/02/02/bedol-karya-padepokan-akar-rumput/</link>
		<comments>http://wayangsuket.wordpress.com/2010/02/02/bedol-karya-padepokan-akar-rumput/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2010 10:01:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mthalib</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kutipan Media Massa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wayangsuket.wordpress.com/?p=45</guid>
		<description><![CDATA[Gunakan Daun Siwalan untuk Wayang Lontar Daun lontar merupakan daun paling &#8220;terhormat&#8221; di Indonesia. Sebab, daun itu dipilih sebagai tempat menyimpan ilmu pengetahuan. Hal tersebut ternyata menginspirasi Thalib Prasodjo untuk memanfaatkan tanaman siwalan itu sebagai bahan pembuatan wayang. Dia menyebutnya dengan wayang lontar. NUNGKI KARTIKASARI, Sidoarjo &#8212; LEBIH dari 50 koleksi wayang lontar dipajang di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wayangsuket.wordpress.com&amp;blog=1608999&amp;post=45&amp;subd=wayangsuket&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Gunakan Daun Siwalan untuk Wayang Lontar</strong></p>
<p><a href="http://wayangsuket.files.wordpress.com/2010/02/fotone.jpg"><img src="http://wayangsuket.files.wordpress.com/2010/02/fotone.jpg?w=477" alt="" title="FOTONE"   class="alignright size-full wp-image-46" /></a>Daun lontar merupakan daun paling &#8220;terhormat&#8221; di Indonesia. Sebab, daun itu dipilih sebagai tempat menyimpan ilmu pengetahuan. Hal tersebut ternyata menginspirasi Thalib Prasodjo untuk memanfaatkan tanaman siwalan itu sebagai bahan pembuatan wayang. Dia menyebutnya dengan wayang lontar.<span id="more-45"></span></p>
<p><strong>NUNGKI KARTIKASARI</strong>, Sidoarjo</p>
<p>&#8212;</p>
<p><strong>LEBIH</strong> dari 50 koleksi wayang lontar dipajang di atas lesung. Bentuknya bermacam-macam, sesuai dengan karakter. Ada Arjuna, Bima, Krisna, dan juga Semar. Semua karya itu bisa dinikmati umum di Pendapa Krida selama Bedol Karya Padepokan Akar Rumput yang berlangsung mulai kemarin (1/2) hingga Sabtu (6/2).</p>
<p>Seniman wayang suket itu tak pernah berhenti berkarya. Pada usianya yang ke-78, Thalib mencoba membuat wayang dari daun siwalan atau biasa dikenal dengan daun lontar. Sebulan sebelum pameran, pria yang akrab disapa Eyang Thalib itu mendapat inovasi baru tersebut.</p>
<p>Awalnya, dia memesan beberapa lembar daun lontar dari seorang kawannya di Gresik. Saat pesanan itu datang, Thalib membolak-balik daun tersebut. Menurut dia, tidak sulit untuk menjadikan sehelai daun itu menjadi wayang. &#8220;Prinsipnya <em>kan</em> tidak jauh dengan cara membuat wayang suket,&#8221; terangnya.</p>
<p>Namun, Thalib tak mau membuatnya sama dengan wayang suket atau wayang (dari) rumput. Bentuk wayang suket tipis, dengan tinggi sekitar 60 sentimeter. Pengasuh Padepokan Akar Rumput itu menjelaskan, wayang lontar lebih berisi. Tidak tipis atau gepeng seperti wayang suket.</p>
<p>Thalib mengungkapkan, pembuatan wayang lontar setingkat lebih sulit daripada pembuatan wayang suket. &#8220;Sebab, saya buat tiga dimensi,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Bentuk kepala wayang dibuat lebih padat. Begitu juga bagian badan dan dua tangannya. Tingginya tidak berbeda dari wayang suket. Yakni, sekitar 60 sentimeter.</p>
<p>Untuk membuat satu wayang, dia hanya membutuhkan waktu sekitar sejam dan menghabiskan sedikitnya dua helai daun lontar. &#8220;Bergantung karakternya,&#8221; tambah Thalib.</p>
<p>Dengan dua tangannya, Thalib membolak-balik bagian daun sambil berimajinasi tentang sosok yang ingin dibuatnya. &#8220;Pembuat harus mengenal betul karakter wayang yang ingin dibuatnya. Apakah dia sosok bijaksana atau sosok antagonis,&#8221; terangnya.</p>
<p>Karakter tersebut menjadi bagian dari pembuatan wayang lontar. Sebab, setiap lekuk wayang menjadi simbol masing-masing karakter. &#8220;Tiap karakter juga harus memiliki ciri khas yang kental,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Menurut Thalib, daun lontar lebih awet jika dimanfaatkan untuk wayang. Perawatannya pun tidak sulit. &#8220;Asal, jangan kena air, debu, dan rayap,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Filosofi daun lontar itu dia dapatkan dari kitab kuno. Eyang Thalib percaya, peninggalan sejarah yang ditulis di atas daun lontar sangat awet. Bahan itu dianggapnya mampu mewakili karakter wayang yang melegenda. <strong>(ib)</strong></p>
<p><strong>Jawa Pos, </strong></p>
<div>[ Selasa, 02 Februari 2010 ]</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wayangsuket.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wayangsuket.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wayangsuket.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wayangsuket.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wayangsuket.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wayangsuket.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wayangsuket.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wayangsuket.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wayangsuket.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wayangsuket.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wayangsuket.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wayangsuket.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wayangsuket.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wayangsuket.wordpress.com/45/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wayangsuket.wordpress.com&amp;blog=1608999&amp;post=45&amp;subd=wayangsuket&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wayangsuket.wordpress.com/2010/02/02/bedol-karya-padepokan-akar-rumput/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1f51221a123a19eef5c5f9cc3986dd98?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mthalib</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wayangsuket.files.wordpress.com/2010/02/fotone.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">FOTONE</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Setahun Pedepokan Akar Rumput</title>
		<link>http://wayangsuket.wordpress.com/2009/02/10/setahun-pedepokan-akar-rumput/</link>
		<comments>http://wayangsuket.wordpress.com/2009/02/10/setahun-pedepokan-akar-rumput/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Feb 2009 23:22:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mthalib</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kutipan Media Massa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wayangsuket.wordpress.com/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[SIDOARJO &#8211; Genap setahun usia Pedepokan Akar Rumput. Kemarin (10/2) pendiri pedepokan Tholib Prasodjo merayakan dengan menggelar pertunjukan seni dan budaya dari seniman Sidoarjo. Wadah kegiatan seni terapan di Sidoarjo itu berdiri pada 10 Februari 2008 lalu. Kegiatan tersebut dihadiri puluhan seniman dari Sidoarjo, Surabaya, dan Mojokerto. Selain seniman, hadir pula Ketua Umum Dewan Kerajinan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wayangsuket.wordpress.com&amp;blog=1608999&amp;post=43&amp;subd=wayangsuket&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>SIDOARJO &#8211; Genap setahun usia Pedepokan Akar Rumput. Kemarin (10/2) pendiri pedepokan Tholib Prasodjo merayakan dengan menggelar pertunjukan seni dan budaya dari seniman Sidoarjo. Wadah kegiatan seni terapan di Sidoarjo itu berdiri pada 10 Februari 2008 lalu.  Kegiatan tersebut dihadiri puluhan seniman dari Sidoarjo, Surabaya, dan Mojokerto. Selain seniman, hadir pula Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Sidoarjo Emy Susanti Hendrarso, Wakil Ketua DPRD Sidoarjo Jalaluddin Alham, dan anggota dewan Chandra Nontah.  Dalam kesempatan tersebut, Emy mengatakan, Dekranasda mendukung penuh kegiatan seniman di Sidoarjo. Menurut dia, Galeri Dekranasda di pertokoan GOR Delta akan diberi ruang khusus untuk memamerkan seluruh karya seni seniman Sidoarjo. &#8221;Kami bantu memublikasikan dan memasarkannya,&#8221; tutur Emy.(nuq/ib)</p>
<p>Jawa Pos, Rabu, 11 Februari 2009</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wayangsuket.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wayangsuket.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wayangsuket.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wayangsuket.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wayangsuket.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wayangsuket.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wayangsuket.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wayangsuket.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wayangsuket.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wayangsuket.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wayangsuket.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wayangsuket.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wayangsuket.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wayangsuket.wordpress.com/43/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wayangsuket.wordpress.com&amp;blog=1608999&amp;post=43&amp;subd=wayangsuket&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wayangsuket.wordpress.com/2009/02/10/setahun-pedepokan-akar-rumput/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1f51221a123a19eef5c5f9cc3986dd98?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mthalib</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kembangkan Sastra Lisan dengan Wayang Suket</title>
		<link>http://wayangsuket.wordpress.com/2008/01/17/kembangkan-sastra-lisan-dengan-wayang-suket/</link>
		<comments>http://wayangsuket.wordpress.com/2008/01/17/kembangkan-sastra-lisan-dengan-wayang-suket/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Jan 2008 23:39:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mthalib</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[Kutipan Media Massa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wayangsuket.wordpress.com/2008/01/17/kembangkan-sastra-lisan-dengan-wayang-suket/</guid>
		<description><![CDATA[SIDOARJO &#8211; Budayawan Thalib Prasodjo terus berkreasi. Pria yang akrab disapa Eyang Thalib itu kemarin mendemonstrasikan pembuatan wayang suket dan memainkan beberapa lakon unik secara sederhana. Helai rumput kering berbentuk wayang dengan lincah bergerak di tangan. Itulah wayang suket yang kemarin dibuat Eyang Thalib. Ratusan wayang suket telah dibuat seniman asal Sidoarjo itu. Tak sedikit [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wayangsuket.wordpress.com&amp;blog=1608999&amp;post=40&amp;subd=wayangsuket&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><font face="Arial" size="2">SIDOARJO &#8211; Budayawan Thalib Prasodjo terus berkreasi. Pria yang akrab disapa Eyang Thalib itu kemarin mendemonstrasikan pembuatan wayang suket dan memainkan beberapa lakon unik secara sederhana.<span id="more-40"></span></font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Helai rumput kering berbentuk wayang dengan lincah bergerak di tangan. Itulah wayang suket yang kemarin dibuat Eyang Thalib. Ratusan wayang suket telah dibuat seniman asal Sidoarjo itu. Tak sedikit yang sudah menjadi milik kolektor. &#8220;Kebanyakan yang pesan dari Australia, Kanada, dan Jepang,&#8221; katanya di rumahnya, Perumahan Taman Airlangga.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Eyang Thalib mengatakan ingin menghidupkan wayang jemblung, yaitu pertunjukan wayang dengan musikalisasi dari suara manusia. Itu merupakan salah satu bentuk sastra lisan yang harus dilestarikan. &#8220;Kalau ada sastra lisan, mengapa tidak ada musik lisan?&#8221; kata dia.(nuq/roz)</font></p>
<p><font face="Arial" size="1">Radar Sidoarjo, Jumat, 18 Jan 2008               </font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/wayangsuket.wordpress.com/40/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/wayangsuket.wordpress.com/40/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wayangsuket.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wayangsuket.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wayangsuket.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wayangsuket.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wayangsuket.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wayangsuket.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wayangsuket.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wayangsuket.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wayangsuket.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wayangsuket.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wayangsuket.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wayangsuket.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wayangsuket.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wayangsuket.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wayangsuket.wordpress.com&amp;blog=1608999&amp;post=40&amp;subd=wayangsuket&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wayangsuket.wordpress.com/2008/01/17/kembangkan-sastra-lisan-dengan-wayang-suket/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1f51221a123a19eef5c5f9cc3986dd98?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mthalib</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Eyang Thalib Buka Sekolah Seni Gratis</title>
		<link>http://wayangsuket.wordpress.com/2007/12/31/eyang-thalib-buka-sekolah-seni-gratis/</link>
		<comments>http://wayangsuket.wordpress.com/2007/12/31/eyang-thalib-buka-sekolah-seni-gratis/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Dec 2007 23:45:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mthalib</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kutipan Media Massa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wayangsuket.wordpress.com/2007/12/31/eyang-thalib-buka-sekolah-seni-gratis/</guid>
		<description><![CDATA[SIDOARJO &#8211; Ke manakah generasi muda Sidoarjo bisa mengasah jiwa dan kreasi seni? Cobalah Padepokan Akar Rumput! Budayawan Thalib Prasodjo, 76, membuka sekolah seni tersebut secara gratis. &#8220;Saya memulainya Januari ini untuk mengawali 2008,&#8221; tutur seniman yang akrab dipanggil Eyang Thalib itu. Eyang Thalib menyatakan sengaja mendirikan sekolah seni gratis tersebut karena terinspirasi filosofi akar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wayangsuket.wordpress.com&amp;blog=1608999&amp;post=39&amp;subd=wayangsuket&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><font face="Arial" size="2">SIDOARJO &#8211; Ke manakah generasi muda Sidoarjo bisa mengasah jiwa dan kreasi seni? Cobalah Padepokan Akar Rumput! Budayawan Thalib Prasodjo, 76, membuka sekolah seni tersebut secara gratis. &#8220;Saya memulainya Januari ini untuk mengawali 2008,&#8221; tutur seniman yang akrab dipanggil Eyang Thalib itu.<span id="more-39"></span></font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Eyang Thalib menyatakan sengaja mendirikan sekolah seni gratis tersebut karena terinspirasi filosofi akar rumput. Dia mengungkapkan, potensi berkesenian masyarakat tingkat bawah bisa berkembang. Menempati sebuah rumah di Perumahan Magersari Permai Blok U No 7, pemahat patung di kompleks Tugu Pahlawan Surabaya tersebut siap menunggu murid. &#8220;Banyak generasi berbakat, tapi belum tersalurkan. Mereka mengira belajar seni itu mahal,&#8221; ungkap Thalib.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Generasi muda yang merasa tidak punya bakat seni pun masih punya kesempatan mencoba. Yang penting, mereka punya kemauan belajar. Padepokan Akar Rumput siap menitiskan keterampilan seni apa saja buat siswanya. Mulai memahat, melukis, hingga seni pertunjukan. Eyang Thalib menyatakan punya banyak teman seniman yang siap membantu. &#8220;Jadi, mau belajar seni apa saja, saya ladeni,&#8221; kata pelukis sketsa yang cukup disegani itu.</font></p>
<p><font face="Arial" size="2">Dari sekolah seni gratis tersebut, Eyang Thalib berharap murid-muridnya nanti bisa hidup. Mereka tidak perlu modal belajar. Semua bahan dan kebutuhan belajar disediakan. Jika karya seni sudah jadi, muridmurid bisa memutuskan sendiri akan digunakan untuk apa karya seni itu. &#8220;Kalau modal saya habis, tinggal minta ke anak saja,&#8221; gurau pria lima anak tersebut. (nuq/roz)</font></p>
<p><font face="Arial" size="1">Radar Sidoarjo, Selasa, 01 Jan 2008               </font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/wayangsuket.wordpress.com/39/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/wayangsuket.wordpress.com/39/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wayangsuket.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wayangsuket.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wayangsuket.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wayangsuket.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wayangsuket.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wayangsuket.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wayangsuket.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wayangsuket.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wayangsuket.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wayangsuket.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wayangsuket.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wayangsuket.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wayangsuket.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wayangsuket.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wayangsuket.wordpress.com&amp;blog=1608999&amp;post=39&amp;subd=wayangsuket&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wayangsuket.wordpress.com/2007/12/31/eyang-thalib-buka-sekolah-seni-gratis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1f51221a123a19eef5c5f9cc3986dd98?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mthalib</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pura-pura Jadi si Bisu</title>
		<link>http://wayangsuket.wordpress.com/2007/10/08/pura-pura-jadi-si-bisu/</link>
		<comments>http://wayangsuket.wordpress.com/2007/10/08/pura-pura-jadi-si-bisu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Oct 2007 20:20:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mthalib</dc:creator>
				<category><![CDATA[Anekdot]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wayangsuket.wordpress.com/2007/10/08/pura-pura-jadi-si-bisu/</guid>
		<description><![CDATA[Ternyata, seorang Thalib masih ”pantas” berperan menjadi orang bisu. Ceritanya, waktu itu Thalib dan seorang teman seniman sedang berada di Jakarta. Keduanya hendak naik bus kota. Iseng-iseng Thalib menyombongkan diri pada temannya itu. ”Saya kalau naik bus kota itu bisa gratis, lihat saja nanti.” Temannya tidak yakin, dan Thalib hanya memberi syarat tegas, ”asal kamu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wayangsuket.wordpress.com&amp;blog=1608999&amp;post=33&amp;subd=wayangsuket&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:'Trebuchet MS';">Ternyata, seorang Thalib masih ”pantas” berperan menjadi orang bisu. Ceritanya, waktu itu Thalib dan seorang teman seniman sedang berada di Jakarta. Keduanya hendak naik bus kota. Iseng-iseng Thalib menyombongkan diri pada temannya itu. ”Saya kalau naik bus kota itu bisa gratis, lihat saja nanti.” Temannya tidak yakin, dan Thalib hanya memberi syarat tegas, ”asal kamu jangan komentar satu katapun.”<span id="more-33"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:'Trebuchet MS';">Begitulah, ketika di dalam bus, tibalah kondektur menagih ongkos. Maka Thalib pun memainkan perannya sebagai orang bisu. Tangannya bergerak-gerak seperti bicara dalam bahasa isyarat. Kemudian dia menuliskan nama tempat yang menjadi tujuannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:'Trebuchet MS';">Si kondektur akhirnya mengerti yang dimaksudkannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:'Trebuchet MS';">”Oh ya, ya, gak usah bayar Pak, silakan.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:'Trebuchet MS';">Dua orang penumpang yang duduk di depan Thalib sempat nyeletuk. ”Orang bisu kok bisa nulis yaaa&#8230;.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:'Trebuchet MS';">”Ya bisa, kan ada sekolahnya.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:'Trebuchet MS';">”Sekolah apa”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:'Trebuchet MS';">”Ya sekolah bisu tuli”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:'Trebuchet MS';">Sementara itu, teman Thalib yang sejak tadi menguatkan diri untuk tidak berkomentar, merasa perutnya sakit menahan tawa. Begitu mereka berdua turun dari bus, langsung saja tawanya lepas. Thalib hanya komentar pendek, ”oo ternyata saya masih pantas akting jadi orang bisu&#8230;”. (hn)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:'Trebuchet MS';"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:'Trebuchet MS';"> </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/wayangsuket.wordpress.com/33/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/wayangsuket.wordpress.com/33/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wayangsuket.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wayangsuket.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wayangsuket.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wayangsuket.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wayangsuket.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wayangsuket.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wayangsuket.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wayangsuket.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wayangsuket.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wayangsuket.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wayangsuket.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wayangsuket.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wayangsuket.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wayangsuket.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wayangsuket.wordpress.com&amp;blog=1608999&amp;post=33&amp;subd=wayangsuket&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wayangsuket.wordpress.com/2007/10/08/pura-pura-jadi-si-bisu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1f51221a123a19eef5c5f9cc3986dd98?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mthalib</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pertunjukan Wayang Suket, Bukan Sekadar Karya Seni Rupa</title>
		<link>http://wayangsuket.wordpress.com/2007/10/08/pertunjukan-wayang-suket-bukan-sekadar-karya-seni-rupa/</link>
		<comments>http://wayangsuket.wordpress.com/2007/10/08/pertunjukan-wayang-suket-bukan-sekadar-karya-seni-rupa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Oct 2007 20:08:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mthalib</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aktivitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wayangsuket.wordpress.com/2007/10/08/pertunjukan-wayang-suket-bukan-sekadar-karya-seni-rupa/</guid>
		<description><![CDATA[Karya-karya wayang suket yang dibuat M.Thalib Prasojo, ternyata tidak hanya berhenti sebagai karya seni rupa. Untuk kali pertama, karya seni rupa wayang suket (rumputan) itu pernah dipergelarkan dalam bentuk seni pertunjukan wayang. Ki Supriyono (34), ketua jurusan Pedalangan SMKN IX Surabaya bertindak menjadi dalang dalam pementasan di gedung SMKN IX (eks SMKI), Jalan Siwalan Kerto [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wayangsuket.wordpress.com&amp;blog=1608999&amp;post=32&amp;subd=wayangsuket&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><a href="http://wayangsuket.files.wordpress.com/2007/10/pergelaran.jpg" title="pergelaran.jpg"><img src="http://wayangsuket.files.wordpress.com/2007/10/pergelaran.jpg?w=245&#038;h=186" alt="pergelaran.jpg" align="left" height="186" hspace="15" width="245" /></a><span style="font-size:11pt;font-family:'Trebuchet MS';"><br />
Karya-karya wayang suket yang dibuat M.Thalib Prasojo, ternyata tidak hanya berhenti sebagai karya seni rupa. </span><span style="font-size:11pt;font-family:'Trebuchet MS';">Untuk kali</span><span style="font-size:11pt;font-family:'Trebuchet MS';"> pertama, karya seni rupa wayang suket (rumputan) itu pernah dipergelarkan dalam bentuk seni pertunjukan wayang. Ki Supriyono (34), ketua jurusan Pedalangan SMKN IX Surabaya bertindak menjadi dalang dalam pementasan di gedung SMKN IX (eks SMKI), Jalan Siwalan Kerto Surabaya, Kamis, 31 Mei 2007, pukul 19.00. Pentas wayang </span><span style="font-size:11pt;font-family:'Trebuchet MS';">gaya</span><span style="font-size:11pt;font-family:'Trebuchet MS';"> Jawa Timuran ini diiringi 10 pengrawit, satu sinden, gamelan slendro lengkap, dengan lakon Wahyu Senopati.</span><span style="font-size:11pt;font-family:'Trebuchet MS';"><span id="more-32"></span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:'Trebuchet MS';">Meski pertunjukan wayang suket selama ini sudah diklaim oleh Slamet Gundono, wayang karya Thalib sangat berbeda. Dia tidak sekadar memanfaatkan bahan-bahan rumput untuk sosok (yang menyerupai) wayang, namun betul-betul membuat wayang dari bahan rerumputan. Dengan melihat sosoknya saja, para penggemar<span>  </span>wayang pasti tahu nama tokoh yang dimaksudkannya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:'Trebuchet MS';">Selain itu, pertunjukan wayangnya, juga bukan asal pertunjukan biasa. Thalib dengan sengaja meminta sang dalang untuk memainkan karya wayangnya secara klasik. Artinya, betul-betul diperlakukan sebagaimana wayang kulit biasanya, bukan ”wayang-wayangan”. Lakonnya pun dipilih lakon serius. Inilah yang membedakan dengan lakon wayang Slamet Gundono.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:'Trebuchet MS';">Selama ini M. Thalib Prasojo membuat karya wayang suket sebagai salah satu bentuk ekspresi dalam karya seni rupanya. Untuk pementasan kali ini, sudah didahului dengan workshop pembuatan wayang suket pada siswa-siswa SMKN XI (eks SMSR). Hasil karya workshop ini kemudian ikut disertakan dalam pementasan wayang di SMKN IX. Sebagaimana diketahui, SMSR semula merupakan bagian atau jurusan seni rupa dari SMKI. Maka kolaborasi kedua sekolah ini untuk mengenang kebersatuan mereka, sekaligus menarik minat anak-anak muda terhadap studi kesenian, khususnya jurusan pedalangan yang selama ini sangat sepi peminat. Pergelaran selama 90 menit dengan penata gending Bambang SP ini menjadi bagian dari pentas rutin dua bulanan yang dilakukan di SMKN IX. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:'Trebuchet MS';">Dalang asli Nganjuk itu menuturkan, lakon Wahyu Senapati berkisah seputar peristiwa Gatutkaca yang diwisuda menjadi senopati di Ngamarto. </span><span style="font-size:11pt;font-family:'Trebuchet MS';">Tapi Antarejo sebagai saudara tuanya tidak terima, karena merasa juga punya hak sebagai putra Ngamarto dan memiliki kesaktian yang sama. Ternyata, Sengkuni berada di baliknya karena menginginkan keluarga Pandawa terpecah. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:'Trebuchet MS';">Ketika menghasut itu, tubuh Antarejo disusupi Nini Permoni alias Dewi Durga, disamping dukungan pihak Kurawa. Gatutkaca pun berperang dengan Antareja, namun akhirnya dipisah oleh Kresno. Kresno akhirnya tahu, bahwa ini bukan kemauan Antarejo sendiri. Menurutnya, yang sanggup mengatasi hal ini hanya Semar. Kemudian Semar dipanggil, dan Nini Permoni dipaksa keluar oleh Semar. </span><span style="font-size:11pt;font-family:'Trebuchet MS';">Nini dinasehati, jangan menggangu momongan (asuhan) Semar.<span>  </span>Tapi Nini berkilah, memang sudah tugasnya menggoda manusia. Salah sendiri kalau ada yang tidak kuat. Beruntung Pandawa memiliki Semar sebagai bentengnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:'Trebuchet MS';">Menurut Supriyono, cerita carangan yang dipergelarkan kali ini mengandung misi pendidikan. </span><span style="font-size:11pt;font-family:'Trebuchet MS';">Bahwa sesama saudara jangan saling bertengkar, atau dapat dikonotasikan dengan rebutan kursi. Gatutkaca udah dipilih oleh rakyat, jadi kalau Antarejo ingin berbakti pada negara, masih ada jalan lain, tidak harus menjadi Senopati. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:'Trebuchet MS';">Direncanakan, setelah pentas ujicoba ini akan digelar lagi di gedung pertunjukan kesenian di tempat lain. Tentu saja, M. Talib dengan senang hati kalau ada yang mengundang pementasan wayang suketnya. (hn)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:11pt;font-family:'Trebuchet MS';"> </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/wayangsuket.wordpress.com/32/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/wayangsuket.wordpress.com/32/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wayangsuket.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wayangsuket.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wayangsuket.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wayangsuket.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wayangsuket.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wayangsuket.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wayangsuket.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wayangsuket.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wayangsuket.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wayangsuket.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wayangsuket.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wayangsuket.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wayangsuket.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wayangsuket.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wayangsuket.wordpress.com&amp;blog=1608999&amp;post=32&amp;subd=wayangsuket&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wayangsuket.wordpress.com/2007/10/08/pertunjukan-wayang-suket-bukan-sekadar-karya-seni-rupa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1f51221a123a19eef5c5f9cc3986dd98?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mthalib</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wayangsuket.files.wordpress.com/2007/10/pergelaran.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pergelaran.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>M Thalib Prasojo Pamerkan 75 Lukisan di Ultah ke 75</title>
		<link>http://wayangsuket.wordpress.com/2007/09/30/m-thalib-prasojo-pamerkan-75-lukisan-di-ultah-ke-75/</link>
		<comments>http://wayangsuket.wordpress.com/2007/09/30/m-thalib-prasojo-pamerkan-75-lukisan-di-ultah-ke-75/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Sep 2007 02:30:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mthalib</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kutipan Media Massa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wayangsuket.wordpress.com/2007/09/30/m-thalib-prasojo-pamerkan-75-lukisan-di-ultah-ke-75/</guid>
		<description><![CDATA[Kapanlagi.com &#8211; Perupa serbabisa, M Thalib Prasojo, yang memasuki usia 75 tahun, akan memamerkan 75 lukisan dan karya senirupa lainnya di gedung Krishna Mustadjab, Yayasan Pendidikan Kesenian AKSERA, Surabaya, 17-24 Juni mendatang. &#8220;Saya akan mengeluarkan semua jenis karya senirupa yang saya garap selama ini, seperti wayang suket, seni pahat, patung batu, patung fiber, patung kertas, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wayangsuket.wordpress.com&amp;blog=1608999&amp;post=30&amp;subd=wayangsuket&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><a href="http://wayangsuket.files.wordpress.com/2007/10/pameran-1.jpg" title="pameran-1.jpg"><img src="http://wayangsuket.files.wordpress.com/2007/10/pameran-1.jpg?w=245&#038;h=185" alt="pameran-1.jpg" align="left" height="185" hspace="15" width="245" /></a><br />
Kapanlagi.com &#8211; Perupa serbabisa, M Thalib Prasojo, yang memasuki usia 75 tahun, akan memamerkan 75 lukisan dan karya senirupa lainnya di gedung Krishna Mustadjab, Yayasan Pendidikan Kesenian AKSERA, Surabaya, 17-24 Juni mendatang.<span id="more-30"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">&#8220;Saya akan mengeluarkan semua jenis karya senirupa yang saya garap selama ini, seperti wayang suket, seni pahat, patung batu, patung fiber, patung kertas, patung ketela pohon, lukisan, sketsa, drawing dan lainnya,&#8221; kata Thalib di Surabaya, Sabtu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Seniman yang selama ini aktif mengajar di SMKN XI (SMSR) Surabaya itu mengemukakan, pada usianya yang tergolong senja ini, dirinya ingin memberikan semangat kepada para seniman muda untuk terus berkarya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">&#8220;Teman-teman yang muda saya harap mau belajar bahwa saya yang usia 75 tahun saja masih berpameran, apalagi mereka. Mari kita semua terus menerus berkarya, tanpa membatasi diri dengan usia senja,&#8221; ujar pria kelahiran Bojonegoro, Jatim, 17 Juni 1931.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Pada pameran bertajuk &#8216;Berangkat dari Wayang&#8217; itu, Thalib mengeluarkan karya-karyanya yang dibuat tahun 1991 hingga 2006. Temanya bermacam-macam, mulai kehidupan sehari-hari hingga spiritual dan filosofi hidup.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Thalib yang pernah menjadi guru sekolah dasar itu memang seniman unik. Selain berkarya dalam berbagai jenis seni, ia juga menggeluti keseniannya dengan berbagai media dan alat, seperti pensil, pulpen, arang, pastel, krayon dan cat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ia mengemukakan, sebetulnya dirinya hanya bercita-cita menjadi ayah yang pantas bagi anak-anaknya. Karenanya selama membesarkan empat orang buah hatinya, ia bergelut antara kegiatan berkesenian dengan motivasi ekonomi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">&#8220;Alhamdulillah setelah semua anak saya &#8216;mentas&#8217; (mandiri), saya bisa kembali utuh pada kegiatan kesenian. Dan yang paling menggembirakan adalah, sampai saat ini saya masih menjadi diri saya sendiri, Prasojo, sederhana,&#8221; ujarnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Menurut lelaki yang menyandang gelar Raden di depan namanya itu, keberhasilan menjadi seorang kepala keluarga jauh lebih penting daripada berhasil menjadi pelukis.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Pengamat senirupa, Henry Nurcahyo menilai, Thalib adalah seniman tua yang telah menghasilkan karya-karya monumental di Surabaya, seperti patung Komodor Yos Sudarso, Komodor Mulyadi, Taruna Akabari Laut, Dwarapala, WR Supratman dan patung Ki Hadjar Dewantara.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">&#8220;Selain itu, Mbah Thalib juga punya hobi unik, yakni suka membuat sketsa wajah dalam waktu singkat. Saat menjadi pembicara diskusi, diam-diam dia sering membuat sketsa wajah pembicara lainnya,&#8221; ujarnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Ia juga bercerita mengenai aktivitas mengajar Thalib di SMKN XI yang seharusnya sudah pensiun. Namun ia tetap mengajar karena banyak dari muridnya adalah anak-anak dari teman-teman dia yang dititipkan kepada dirinya untuk dididik.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">&#8220;Dia bilang setelah ini akan berhenti mengajar karena anak-anak dari teman-temannya sudah tidak ada lagi yang sekolah di SMKN XI,&#8221; ujarnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Atas prestasi dan dedikasinya di bidang kesenian, Thalib telah mendapat penghargaan Bintang Emas sebagai pembina budaya tahun 2003 dari Pusat Lembaga Kebudayaan Jawa (PLKJ) Surakarta dan penghargaan seni dari Gubernur Jatim tahun 2005. (*/erl)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kapanlagi.com, Sabtu, 10 Juni 2006 15:22</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/wayangsuket.wordpress.com/30/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/wayangsuket.wordpress.com/30/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wayangsuket.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wayangsuket.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wayangsuket.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wayangsuket.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wayangsuket.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wayangsuket.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wayangsuket.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wayangsuket.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wayangsuket.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wayangsuket.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wayangsuket.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wayangsuket.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wayangsuket.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wayangsuket.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wayangsuket.wordpress.com&amp;blog=1608999&amp;post=30&amp;subd=wayangsuket&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wayangsuket.wordpress.com/2007/09/30/m-thalib-prasojo-pamerkan-75-lukisan-di-ultah-ke-75/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1f51221a123a19eef5c5f9cc3986dd98?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mthalib</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wayangsuket.files.wordpress.com/2007/10/pameran-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pameran-1.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nasib Guru: Kepuasan Batin Tak Bisa Diukur</title>
		<link>http://wayangsuket.wordpress.com/2007/09/30/nasib-guru-kepuasan-batin-tak-bisa-diukur/</link>
		<comments>http://wayangsuket.wordpress.com/2007/09/30/nasib-guru-kepuasan-batin-tak-bisa-diukur/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Sep 2007 02:25:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mthalib</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kutipan Media Massa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wayangsuket.wordpress.com/2007/09/30/nasib-guru-kepuasan-batin-tak-bisa-diukur/</guid>
		<description><![CDATA[Usianya sudah uzur, tetapi semangat dan gairah untuk berbagi ilmu dan pengalaman, bagaikan air yang terus mengalir. Imbalan honor sebagai guru tidak tetap bukan motif utama, melainkan kepuasan batin tatkala melihat anak didiknya berhasil dalam mengarungi kehidupan. Waktu itu sekitar tahun 1996, saya diminta Pak Suparno membantu mengajar seni rupa SMSR. Merasa terpanggil untuk mengembangkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wayangsuket.wordpress.com&amp;blog=1608999&amp;post=29&amp;subd=wayangsuket&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Usianya sudah uzur, tetapi semangat dan gairah untuk berbagi ilmu dan pengalaman, bagaikan air yang terus mengalir. Imbalan honor sebagai guru tidak tetap bukan motif utama, melainkan kepuasan batin tatkala melihat anak didiknya berhasil dalam mengarungi kehidupan.<span id="more-29"></span> </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Waktu itu sekitar tahun 1996, saya diminta Pak Suparno membantu mengajar seni rupa SMSR. Merasa terpanggil untuk mengembangkan seni rupa di Surabaya, saya pun rela membagi ilmu dan pengalaman kepada anak-anak tanpa bepikir imbalan gaji,&#8221; kata pengajar seni patung dan sketsa di Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR), Thalib Prasojo (75). </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Cita rasa sekolah seni rupa yang kini berubah nama menjadi Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 11 ini sangat terasa oramanya. Di sekeliling tembok bagian luar sekolah dihiasi aneka lukisan mural. Berdiri 1986 </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sejarah sekolah seni rupa ini berawal dari sebuah gagasan, keinginan, sekaligus pertanyaan dari Kepala Sekolah Menengah Karawitan Indonesia (SMKI) Surabaya Suparli. Dia mempertanyakan, mengapa kota besar seperti Surabaya ini tidak memiliki sekolah seni rupa?. </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Baru pada 1986, SMKI membuka jurusan seni rupa dengan program studi seni lukis dan grafis komunikasi. Sebelumnya, sekolah ini cuma memiliki jurusan seni tari, pedalangan, dan karawitan. </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Hebatnya, setelah sekian tahun menjadi bagian dari SMKI, jurusan seni rupa berubah status menjadi Sekolah Menengah Seni Rupa Surabaya. Keputusan ini berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tertanggal 14 Maret 1989 Nomor 0135/O/ 1989. </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sekolah seni rupa satu-satunya di Provinsi Jawa Timur ini pun akhirnya berubah status menjadi SMKN 11 Surabaya pada tahun 1996/1997. Bersamaan dengan perubahan status tersebut, sekolah ini tidak lagi terfokus pada program studi seni rupa, tetapi meluas dengan program jurusan lain, seperti desain grafis dan animasi, kriya tekstil, kriya kayu, kriya logam, teknologi informatika, dan teknik mesin industri. </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">&#8220;Program keahlian seni rupa masih tetap merupakan unggulan dan identitas SMSR,&#8221; kata Ketua Program Keahlian Seni Rupa SMKN 11 Surabaya Farid M&#8217;ruf. </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Perjalanan dan eksistensi sekolah kejuruan ini tidak bisa lepas dari idealisme pengajarnya, seperti Thalib Prasojo yang tidak pernah surut mengabdikan dirinya sebagai pendidik, walaupun berstatus sebagai guru honorer. </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">&#8220;Kepuasan batin tidak bisa diukur dengan materi. Betapa senangnya saya ketika bertemu anak didik saya yang kuliah di ISI Yogyakarta dan kemudian berhasil menjadi orang,&#8221; katanya. </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dedikasi seorang pendidik menjadi pertaruhan dari sekolah ini sehingga bagaimana pun status SMSR berubah menjadi SMKN, mereka setia mengawal seni rupa sebagai bagian dari sejarah sekolah. </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Imbalan gaji sebagai guru, kata Farid, sesungguhnya tidak berimbang jika dipertautkan dengan dedikasi serta tanggung jawab moral dan sosial yang melekat dalam diri seorang pendidik. Gaji guru berstatus pegawai negeri sipil golongan IV A misalnya, kurang lebih Rp 1,7 juta per bulan. </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">&#8220;Banyak guru seni rupa yang merangkap menjadi pengajar seni rupa di TK dan SD. Saya sendiri mencari tambahan mengajar seni rupa di SMA Kawung III Surabaya,&#8221; katanya. </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Program keahlian seni rupa tidak mencetak seniman ataupun perupa, melainkan memberikan bekal pengetahuan dan keahlian seni rupa, baik patung, lukisan, ilustrasi ataupun grafis. Menjadi seniman ataupun pelukis adalah sebuah pilihan. </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">&#8220;Dari 23 lulusan seangkatan saya, hanya empat orang yang total menggeluti seni rupa, termasuk saya. Sebagian yang lain ada yang bekerja di percetakan dan periklanan,&#8221; kata Novita Sechan, alumni SMSR tahun 1997/1998. </p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Meski statusnya berubah menjadi SMKN, sekolah ini tetap membawa identitas SMSR sebagai cikal bakalnya. &#8220;Karakteristik sekolah seni rupa harus tetap dipertahankan,&#8221; kata Kepala SMKN Surabaya Noor Shodiq. Adapun soal loyalitas gurunya, tetap perpegang pada prinsip, kepuasan mengabdi adalah segalanya. (*)</p>
<p>(Abdul Lathief.  Kompas, 3 Mei 2006)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/wayangsuket.wordpress.com/29/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/wayangsuket.wordpress.com/29/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wayangsuket.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wayangsuket.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wayangsuket.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wayangsuket.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wayangsuket.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wayangsuket.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wayangsuket.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wayangsuket.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wayangsuket.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wayangsuket.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wayangsuket.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wayangsuket.wordpress.com/29/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wayangsuket.wordpress.com/29/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wayangsuket.wordpress.com/29/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wayangsuket.wordpress.com&amp;blog=1608999&amp;post=29&amp;subd=wayangsuket&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wayangsuket.wordpress.com/2007/09/30/nasib-guru-kepuasan-batin-tak-bisa-diukur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1f51221a123a19eef5c5f9cc3986dd98?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mthalib</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Thalib Prasojo, Pematung Monumental</title>
		<link>http://wayangsuket.wordpress.com/2007/09/30/thalib-prasojo-pematung-monumental/</link>
		<comments>http://wayangsuket.wordpress.com/2007/09/30/thalib-prasojo-pematung-monumental/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Sep 2007 02:20:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mthalib</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kutipan Media Massa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wayangsuket.wordpress.com/2007/09/30/thalib-prasojo-pematung-monumental/</guid>
		<description><![CDATA[PATUNG perunggu Wage Rudolf Soepratman kini berdiri kokoh di areal makam pencipta lagu Indonesia Raya itu. Kehadiran patung di makam yang terletak di Jalan Raya Kenjeran, Surabaya, itu tak sekadar mempercantik, tapi jauh memiliki ruh yang seolah menyatu dengan kehebatan sang komponis. Kehadiran patung seberat tujuh kuintal itu senantiasa menyapa siapa pun yang melintasi makam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wayangsuket.wordpress.com&amp;blog=1608999&amp;post=28&amp;subd=wayangsuket&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">PATUNG perunggu Wage Rudolf Soepratman kini berdiri kokoh di areal makam pencipta lagu Indonesia Raya itu. Kehadiran patung di makam yang terletak di Jalan Raya Kenjeran, Surabaya, itu tak sekadar mempercantik, tapi jauh memiliki ruh yang seolah menyatu dengan kehebatan sang komponis.<span id="more-28"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kehadiran patung seberat tujuh kuintal itu senantiasa menyapa siapa pun yang melintasi makam sang komponis. Dengan biola yang bertengger di atas pundaknya, seolah ia selalu berusaha melantunkan lagu kebanggaan negara ini.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">&#8220;Sebenarnya pemugaran makam WR Soepratman itu sudah dimulai tahun 1953, tapi baru rampung setelah lima puluh tahun,&#8221; kata Thalib Prosojo, salah seorang pembuat patung WR Soepratman kepada Kompas di Surabaya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Pak Thalib, demikian sang perupa pematung kelahiran Bojonegoro, 17 Juni 1934 itu disapa, mengaku, pembuatan patung pencipta lagu Indonesia Raya itu dikerjakan bersama Surahman. Nama lengkap mitranya itu Surahman Kasan Suwari, pelukis yang juga pewaris dari keluarga almarhum komponis besar itu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Untuk membuat patung perunggu tersebut, Thalib mengaku, memerlukan waktu kurang lebih tiga bulan. Sebelum patung perunggu WR Soepratman yang sekarang ini bertengger di areal makam komponis tersebut, Thalib bersama Surahman pun mempersiapkan pelbagai keperluan untuk proses pembuatan, antara lain, cetakan dari bahan semen.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">&#8220;Ancang-ancangnya bulan Maret 2002, tapi pelaksanaannya baru bulan Oktober,&#8221; katanya. Walaupun patung perunggu komponis besar negeri ini sudah berdiri kokoh dan diresmikan oleh Presiden Megawati Soekarnoputri, sang pematungnya sendiri mengaku belum terlampau puas.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Andaikan saja waktunya lebih lama lagi, hasil akhirnya pun jauh lebih baik lagi. &#8220;Kalau saja waktunya diperlama hingga enam bulan, tentunya hasilnya jauh akan lebih baik, tapi bukan berarti patung perunggu WR Soepratman itu tidak berkualitas,&#8221; katanya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Patung WR Soepratman setinggi 2,5 meter ini rencana awalnya hanya sepotong tubuh dari kepala hingga batas dada. Namun, karena tidak memadai, lalu disepakati untuk membuat patung WR Soepratman secara utuh.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">THALIB, yang sudah memiliki empat anak dan tujuh cucu, sekarang ini bermukim di Kompleks Perumahan Taman Airlangga, Sidoarjo. Sebelum membuat patung perunggu WR Soepratman, pernah pula membuat patung Komodor Yos Sudarso, Komodor Mulyadi, patung Taruna Akabri Laut, dan patung Duarapala.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">&#8220;Patung perunggu WR Soepratman ini, karya kelima saya sebagai pematung,&#8221; katanya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Selain itu, Thalib Prasojo yang juga dikenal sebagai perupa sketsa yang suka berburu obyek (peristiwa-peristiwa-Red), antara lain, tatkala ada pergelaran kesenian tradisi jaranan kepang, misalnya, di Pendopo Taman Budaya Jawa Timur (TBJT), ia pun tampak serius memindahkan obyek di atas kertas dengan tinta.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">&#8220;Tahun 1970, saya pernah membuat patung semen pahlawan arek Suroboyo membawa keris di pertigaan Jalan Basuki Rachmat dan Jalan Kombes Pol Duriyat,&#8221; katanya. Patung Gubernur Suryo di depan Gedung Negara Grahadi pun bagian dari karya Thalib Prasojo.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">&#8220;Sekitar tahun 1975, patung Gubernur Suryo itu saya buat pada era kepemimpinan Wali Kota Muhadji Wijaya,&#8221; tuturnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sebagai perupa alumnus Akademi Seni Rupa Surabaya (Aksera) angkatan pertama, tahun 1967, Thalib Prasojo menandaskan, seorang perupa jika ingin eksis, mau tidak mau harus memiliki kemampuan plus. Artinya, sebagai pelukis ia pun harus mempunyai pengetahuan lain pada bidang seni rupa lain, seperti patung, misalnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">&#8220;Butuh satu dekade untuk seorang perupa, apakah selama kurun waktu itu karya-karyanya berkualitas, atau sebaliknya. Kalau, ndak mampu melahirkan karya-karya monumental, ya, habis sudah,&#8221; katanya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Menyoal eksistensi perupa muda di Surabaya, Thalib Prasojo mengungkapkan, secara kuantitas cukup bagus, tetapi secara kualitas belum mampu mewakili zamannya. &#8220;Secara kuantitas, oke. Secara kualitas memang ada yang menonjol, tapi belum bisa mewakili zamannya,&#8221; ujarnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Berbeda dengan Aksera, perupanya pun lahir dengan kekuatan sendiri dan mampu mewakili zamannya, antaranya, Makhfoed, Dwijo Sukamto, Nuzurlis Koto, Thalib Prasojo, Nunung WS, yang sekarang ini bermukim di Jakarta, almarhum Utut Hartono.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">&#8220;Untuk keramik, Nuzurlis Koto, Sketsa, ya, saya sendiri, drawing Su’ud dan Subono Sambowo,&#8221; ujarnya. Hedonisme itulah yang mempengaruhi perupa muda era sekarang ini, sehingga mereka pun lebih mementingkan kenikmatan. &#8220;Hedonisme mendahului penciptaan, sehingga karya mereka pun tidak berbobot,&#8221; tuturnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sebagai sosok perupa generasi Aksera, Thalib tak pernah berhenti berproses dan bergulat untuk mempertahankan eksistensinya, termasuk merekam peristiwa-peristiwa aksi unjuk rasa dengan kekuatan sketsanya, terakhir memindahkan obyek aksi unjuk rasa reformasi di depan Gedung Grahadi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">&#8220;Jelas ada kebanggaan tersendiri bisa melibatkan diri membuat patung WR Soepratman yang milik nasional, dan paling tidak ikut nguruni monumen yang sifatnya nasional,&#8221; kata Thalib Prasojo. (TIF)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Kompas, Senin, 16 Juni 2003</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/wayangsuket.wordpress.com/28/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/wayangsuket.wordpress.com/28/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wayangsuket.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wayangsuket.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wayangsuket.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wayangsuket.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wayangsuket.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wayangsuket.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wayangsuket.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wayangsuket.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wayangsuket.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wayangsuket.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wayangsuket.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wayangsuket.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wayangsuket.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wayangsuket.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wayangsuket.wordpress.com&amp;blog=1608999&amp;post=28&amp;subd=wayangsuket&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wayangsuket.wordpress.com/2007/09/30/thalib-prasojo-pematung-monumental/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1f51221a123a19eef5c5f9cc3986dd98?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">mthalib</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
