M Thalib Prasojo Pamerkan 75 Lukisan di Ultah ke 75

pameran-1.jpg
Kapanlagi.com – Perupa serbabisa, M Thalib Prasojo, yang memasuki usia 75 tahun, akan memamerkan 75 lukisan dan karya senirupa lainnya di gedung Krishna Mustadjab, Yayasan Pendidikan Kesenian AKSERA, Surabaya, 17-24 Juni mendatang.

“Saya akan mengeluarkan semua jenis karya senirupa yang saya garap selama ini, seperti wayang suket, seni pahat, patung batu, patung fiber, patung kertas, patung ketela pohon, lukisan, sketsa, drawing dan lainnya,” kata Thalib di Surabaya, Sabtu.

Seniman yang selama ini aktif mengajar di SMKN XI (SMSR) Surabaya itu mengemukakan, pada usianya yang tergolong senja ini, dirinya ingin memberikan semangat kepada para seniman muda untuk terus berkarya.

“Teman-teman yang muda saya harap mau belajar bahwa saya yang usia 75 tahun saja masih berpameran, apalagi mereka. Mari kita semua terus menerus berkarya, tanpa membatasi diri dengan usia senja,” ujar pria kelahiran Bojonegoro, Jatim, 17 Juni 1931.

Pada pameran bertajuk ‘Berangkat dari Wayang’ itu, Thalib mengeluarkan karya-karyanya yang dibuat tahun 1991 hingga 2006. Temanya bermacam-macam, mulai kehidupan sehari-hari hingga spiritual dan filosofi hidup.

Thalib yang pernah menjadi guru sekolah dasar itu memang seniman unik. Selain berkarya dalam berbagai jenis seni, ia juga menggeluti keseniannya dengan berbagai media dan alat, seperti pensil, pulpen, arang, pastel, krayon dan cat.

Ia mengemukakan, sebetulnya dirinya hanya bercita-cita menjadi ayah yang pantas bagi anak-anaknya. Karenanya selama membesarkan empat orang buah hatinya, ia bergelut antara kegiatan berkesenian dengan motivasi ekonomi.

“Alhamdulillah setelah semua anak saya ‘mentas’ (mandiri), saya bisa kembali utuh pada kegiatan kesenian. Dan yang paling menggembirakan adalah, sampai saat ini saya masih menjadi diri saya sendiri, Prasojo, sederhana,” ujarnya.

Menurut lelaki yang menyandang gelar Raden di depan namanya itu, keberhasilan menjadi seorang kepala keluarga jauh lebih penting daripada berhasil menjadi pelukis.

Pengamat senirupa, Henry Nurcahyo menilai, Thalib adalah seniman tua yang telah menghasilkan karya-karya monumental di Surabaya, seperti patung Komodor Yos Sudarso, Komodor Mulyadi, Taruna Akabari Laut, Dwarapala, WR Supratman dan patung Ki Hadjar Dewantara.

“Selain itu, Mbah Thalib juga punya hobi unik, yakni suka membuat sketsa wajah dalam waktu singkat. Saat menjadi pembicara diskusi, diam-diam dia sering membuat sketsa wajah pembicara lainnya,” ujarnya.

Ia juga bercerita mengenai aktivitas mengajar Thalib di SMKN XI yang seharusnya sudah pensiun. Namun ia tetap mengajar karena banyak dari muridnya adalah anak-anak dari teman-teman dia yang dititipkan kepada dirinya untuk dididik.

“Dia bilang setelah ini akan berhenti mengajar karena anak-anak dari teman-temannya sudah tidak ada lagi yang sekolah di SMKN XI,” ujarnya.

Atas prestasi dan dedikasinya di bidang kesenian, Thalib telah mendapat penghargaan Bintang Emas sebagai pembina budaya tahun 2003 dari Pusat Lembaga Kebudayaan Jawa (PLKJ) Surakarta dan penghargaan seni dari Gubernur Jatim tahun 2005. (*/erl)

Kapanlagi.com, Sabtu, 10 Juni 2006 15:22

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: