Pada Mulanya adalah Patung

Selain melukis wayang, sebetulnya membuat patung merupakan kemahirannya yang kali pertama dikuasainya. Itu karena kebiasaan membuat relief dari semen, dan ikut kerja bersama seniman lain dalam proyek-proyek membuat monumen. Sejumlah pengalaman bekerja dalam tim membuat patung yang melibatkannya antara lain berupa Patung Pahlawan Memegang Keris yang ada di Jalan Basuki Rahmat, patung Gubernur Suryo di depan gedung negara Grahadi dan patung Pahlawan Tak Dikenal di kompleks Museum Tugu Pahlawan Surabaya. Sedangkan patung yang merupakan karya tunggalnya antara lain: Patung Taruna Akabri Laut di Bumimoro Surabaya, patung Yos Sudarso, patung Commodor Mulyadi, Jendral Sudirman, Ki Hajar Dewantara, dan patung perunggu WR. Supratman di kompleks makam pahlawan pencipta lagu Indonesia Raya tersebut.

Soal patung, bukankah ada yang berpendapat bahwa membuat patung manusia itu haram hukumnya? Menurut Thalib, persoalannya bukan terletak pada patungnya, melainkan sikap manusia terhadap patung itu sendiri. Patung menjadi haram kalau kemudian disembah. Karena itu Thalib menolak dan tidak pernah membuat patung Yesus atau Budha misalnya, karena dia tahu pasti patung tersebut akan disembah. Meskipun, dia tetap menghormati orang yang memesan patung Budha padanya. “Tidak ada waktu,” seperti itu jawabnya, untuk tidak mengesankan sikap arogan sebagai orang Islam. Konteksnya sudah jauh berbeda dengan jaman Nabi Ibrahim yang menghancurkan berhala. Seharusnya, kata Thalib, yang harus ditentang adalah sikap menyembah selain Allah itu. Percuma saja menentang penyembahan patung kalau malah membiarkan orang menyembah teknologi, uang dan pangkat, bahkan kartu kredit pun disembah.

Maka patung yang dibuat Thalib adalah patung dalam konteks seni rupa. Bisa berupa patung semen, patung batu, perunggu, fiber, kayu (pahat), bahkan melebar membuat patung dengan bahan dari kertas koran, lilin dan juga pernah membuat patung dari bahan ubi kayu. Patung perunggu WR. Supratman yang dipajang di kompleks makam pencipta lagu Indonesia Raya itu, merupakan salah satu karya kebanggaannya. (*)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: