Eyang Thalib Buka Sekolah Seni Gratis

SIDOARJO – Ke manakah generasi muda Sidoarjo bisa mengasah jiwa dan kreasi seni? Cobalah Padepokan Akar Rumput! Budayawan Thalib Prasodjo, 76, membuka sekolah seni tersebut secara gratis. “Saya memulainya Januari ini untuk mengawali 2008,” tutur seniman yang akrab dipanggil Eyang Thalib itu.

Eyang Thalib menyatakan sengaja mendirikan sekolah seni gratis tersebut karena terinspirasi filosofi akar rumput. Dia mengungkapkan, potensi berkesenian masyarakat tingkat bawah bisa berkembang. Menempati sebuah rumah di Perumahan Magersari Permai Blok U No 7, pemahat patung di kompleks Tugu Pahlawan Surabaya tersebut siap menunggu murid. “Banyak generasi berbakat, tapi belum tersalurkan. Mereka mengira belajar seni itu mahal,” ungkap Thalib.

Generasi muda yang merasa tidak punya bakat seni pun masih punya kesempatan mencoba. Yang penting, mereka punya kemauan belajar. Padepokan Akar Rumput siap menitiskan keterampilan seni apa saja buat siswanya. Mulai memahat, melukis, hingga seni pertunjukan. Eyang Thalib menyatakan punya banyak teman seniman yang siap membantu. “Jadi, mau belajar seni apa saja, saya ladeni,” kata pelukis sketsa yang cukup disegani itu.

Dari sekolah seni gratis tersebut, Eyang Thalib berharap murid-muridnya nanti bisa hidup. Mereka tidak perlu modal belajar. Semua bahan dan kebutuhan belajar disediakan. Jika karya seni sudah jadi, muridmurid bisa memutuskan sendiri akan digunakan untuk apa karya seni itu. “Kalau modal saya habis, tinggal minta ke anak saja,” gurau pria lima anak tersebut. (nuq/roz)

Radar Sidoarjo, Selasa, 01 Jan 2008

7 Comments

  1. Hamdan said,

    March 25, 2008 at 5:57 am

    wayang suket adalah salahsatu karya seni budaya yang “hampir punah”. Saya dengan keterbatasan ilmu, ingin mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk kembali pada budaya kita masing-masing. Semoga, dengan apa yang kita telah miliki selama ini tidak akan sia-sia. Mungkin juga, dengan budaya yang kita miliki saat ini dapat menjadi mata pencaharian dan komoditas ekspor yang tinggi lebih dari yang telah kita jalani saat ini.
    Saya yakin, karya seni budaya kita saat ini, menjadi pendapatan dan devisa yang sangat tinggi dan dapat mengangkat kembali citra bangsa yang terpuruk akhir-akhir ini.
    terima kasih bagi budayawan yang selalu menjunjung tinggi budaya.
    hidup Indonesia!!!!

  2. Qie said,

    May 26, 2008 at 4:49 am

    saya salah satu murid dari eyang M. thalib… saat mengadakan pameran wayang suket, pada tahun 2006 itu adalah memperingati hari jadinya yang ke-76 (seingatku)
    salam dari A. fachuru rizky – Murid angkatan 2006-2007

  3. Damned said,

    June 18, 2008 at 4:36 pm

    Somehow i missed the point. Probably lost in translation🙂 Anyway … nice blog to visit.

    cheers, Damned
    .

  4. sinyo said,

    July 23, 2008 at 12:59 pm

    mbah tholib aku angsal tumut belajar sketsa..?
    gambarku lumayan kata sak niki mbah…
    kapan2 kulo beto teng griyo sampean..
    mbah sampean teng akar rumput saben dinten nopo?

  5. nasruddin said,

    August 6, 2008 at 1:35 pm

    assalamalaikum
    wah saya merasa dapet wangsit setelah buka blog ini. saya juga mau berguru pada eyang RADEN. “tapi mbah jangan suka marah mbah ya, kalau nanti saya jadi murid mbah, soalnya saya anaknya gobloke nemmen.
    wassalam

  6. Toto said,

    December 31, 2008 at 4:16 am

    assalamualaikum

    Salut untuk eyang Thalib yang masih peduli dengan budaya Kita dimana dalam era globalisasi ini gempuran budaya luar sepertinya melupakan akan budaya Kita yang begitu beraneka ragam. Saya pernah jalan di salah satu gang pertokoan di Perth Australia, disana ada sekelompok pemuda yang memperagakan tarian aborigin dan banyak applause yang diberikan dalam pertunjukkan itu. Sangat ironi bila dibandingkan di sekitar kita, banyak pusat-pusat kesenian daerah yang hanya di hadiri oleh kalangan bawah. Dan kebanyakan para pemudanya lupa akan budaya Kita yang penuh makna dan filosofi tersebut.

    wassalam

  7. heru pamungkas said,

    February 23, 2009 at 5:53 am

    semoga Eyang Thalib diparingi sehat lan kuat ngeeh..

    akar rumput mengilhami saya betapa saya merasa menjadi bagian rumpu ini..

    majulah budaya INDONESIA..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: