Kembangkan Sastra Lisan dengan Wayang Suket

SIDOARJO – Budayawan Thalib Prasodjo terus berkreasi. Pria yang akrab disapa Eyang Thalib itu kemarin mendemonstrasikan pembuatan wayang suket dan memainkan beberapa lakon unik secara sederhana.

Helai rumput kering berbentuk wayang dengan lincah bergerak di tangan. Itulah wayang suket yang kemarin dibuat Eyang Thalib. Ratusan wayang suket telah dibuat seniman asal Sidoarjo itu. Tak sedikit yang sudah menjadi milik kolektor. “Kebanyakan yang pesan dari Australia, Kanada, dan Jepang,” katanya di rumahnya, Perumahan Taman Airlangga.

Eyang Thalib mengatakan ingin menghidupkan wayang jemblung, yaitu pertunjukan wayang dengan musikalisasi dari suara manusia. Itu merupakan salah satu bentuk sastra lisan yang harus dilestarikan. “Kalau ada sastra lisan, mengapa tidak ada musik lisan?” kata dia.(nuq/roz)

Radar Sidoarjo, Jumat, 18 Jan 2008

2 Comments

  1. indah said,

    May 4, 2008 at 7:45 am

    tolong bikin suatu website yang isinya tentang seni – seni dunkZz . . . terutama ada gambar, senimannya, alat dan bahan yang digunakan and tekniknya . . . supaya gak repot nyari hal yang berkaitan dengan itu . . . OC

  2. parman said,

    January 24, 2010 at 4:22 pm

    kalo cikal bakalnya,wayang suket ini bagai mana, dan cerita-cerita nya apakah sama dengan cerita yang ada dalam wayang kulit, balas ya di email saya, saya tertarik sekali dengan wayang suket ini


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: